“CURAHAN HATI PARA SANTRI UNTUK MENGGAPAI PRESTASI”

By Khamid, S.Pd.
(Guru B. Indonesia MA Al-Mu’min Muhammadiyah)

            Orang tua akan sepenuh hati menyanyangi anak-anak tercintanya dengan tulus  dan ikhlas yang semata-mata mengharap Inayah dari Allah Swt. Keluk kesah anak-anak akan diperhatikan untuk mengukur segala hal yang telah dicurahkannya, dengan maksud orang tua mampu memberikan segala kemampuan menuju keberhasilan di kemudian hari. Kalimat tersebut ditanggapi oleh MA Al-Mu’min Muhammadiyah Tembarak Temanggung  dengan sepenuh hati menerima curahan hati para santri  untuk menggapai prestasi ideal para santri.  Bertepatan   pada hari  Senin (24/9/2018) yang bertempat di Aula kampus satu untuk para santriwati dan di bertempat di masjid kampus dua untuk para santriwan  dan dipimpin langsung oleh Makmun Pitoyo selaku kepala MA Al-Mu’min Muhammadiyah beserta para wakil kepala dan tata usaha diselenggaraan acara santai dengan judul “ Curahan Hati Para Santri untuk Menggapai Prestasi”.

              Uzlina Rahmawati yang memandu jalannya acara tersebut, mengawali sapaan-sapaan familier dengan  kata-kata  bersahaya yang mendekatkan para santri kepada Assatidz dengan penuh keakraban, bersahaya dan santai. Acara tersebut yang khusus diperuntukkan  bagi para santri dan menjadi miliknya, diberikan kebebasan mengeluarkan segala persoalan dan permasalahan yang berkaitan langsung dengan persoalan madrasah yang selama ini mengganjal di benak hati dan pikiran untuk diutarakan langsung dan jangan dipendam.

              Masing-masing kelas yang diwakili oleh beberapa santri dan bergantian dalam menyampaikan, terlihat sangat menarik dan bersemangat  dalam mengutarakan segala persoalan yang mengganjal dalam hati dan menghantui. Melalui forum tersebut, para santri menjadi leluasa dan terpecahkan persoalannya yang selama ini terpendam di dasar lautan ibarat sebuah boom atum yang suatu saat siap meledak.

              “ Ustadz saya mohon pelajaran tahfidz dimaksimalkan bimbingnya dan ditambah ustadnya, supaya muroja’ah maksimal,” pinta Salis  Nazla Asyifa santri baru kelas XB Unggulan. “ Mohon tempat tidur dan sarana asrama santri ditambah ruangannya biar bisa leluasa”. Mohon dengan segera, fasilitas fisik yang berupa lapangan olah raga untuk segera dibuatkan, supaya para santri   lebih leluasa berolah raga dan sehat,” imbuh teman kelas X lainnya.

              Usulan demi usulan yang dibukukan perkelas, utusan dari masing-masing kelas mengusulkan berbagai persoalan dan permasalahan yang berbeda-bedan sesuai dengan permasalahan. Usulan dari kelas XI IPA (B) yang mengehendaki perbaikan dan kelengkapan semua sarana dan prasarana kegiatan belajar mengajar menjadi sebuah usulan yang disambut meriah oleh para santri. “ Labolatorium Biologi, Kimia, Fisika dan Bahasa Asing secepatnya untuk dipenuhi sesuai kebutuhan, karena kelengkapan labolatorium tersebut sangat menunjang keberhasilan mata pelajaran yang bersangkutan,” permintaan usulan Niken Dea Pramesti. Usulan senada ditambah oleh Khoirun Nisa Ahyani,” Sarana komputer dan perabot pendukung lainnya, jumlahnya untuk ditambah sesuai dengan jumlah siswa, karena komputer yang ada tidak mencukupi untuk kebutuhan pembelajaran para santri sehingga kurang maksimal”.  Yunita Enjiani meminta,” Para santri perlu waktu luang dan penyegaran supaya semangat belajar, maka para santri perlu Study Banding.

              Sintri kelas XII yang baru saja menikmati duduk di kelas baru di kelasnya, mereka juga memperkuat usulan-usulan dari para adik kelasnya dan kalah memberikan usulan dan kritikan yang diamini oleh semua adik  kelasnya. “ Pelajaran Biologi itu kan sangat luas dan berkembang pesat, sejak lama saya dan teman-teman minta untuk direalisasikan  kelengkapan labolatorium Biologinya, jangan lama-lama syukur beberapa bulan kedepan sudah dilengkapi, karena sebentar lagi santri kelas XII selesai belajarnya,” pinta Ana Alifiani yang disambut tepuk riuh semua temannya.

Usulan Santriwan

              Usulan santriwan yang banyak mengusulkan adanya kajian kitab tertentu secara masal yang diikuti oleh semua ustadz dan santri, sangat diminta untuk dilaksanakan dengan segera. Meskipun pada tahun palajaran 2017/2018 telah melaksankan  pematangan bahasa Arab secara langsung dan interaktif dengan mendatangan Syeh Abdul Aziz yang merupakan seorang dosen  dari Universitas Al Azhar Kairo Mesir.

              Minat baca santriwan yang ketersedian buku-buku perpustakaan  masih terkendala ruangan dan tempat sesuai jumlah santri, diusulkan juga oleh beberapa santriwan. “ Mohon dengan segera buku-buku perpustakaan yang ada untuk diletakkan juga di kampus dua, karena buku perpustakaan yang ada belum mencukupi sesuai kebutuhan para santri,” usul Arif Ibrahim santri kelas XII A. Kritikan dan usulan lain dari santriwan, banyak yang mengusulkan kelengakpan sarana fisik yang sangat dibutuhkan bagi mereka seperti pengadaan meja kursi yang perlu diremajakan dan diganti dengan model yang baru supaya nyaman

              Makmun Pitoyo selaku Kepala Madrasah Aliyah, dengan santun menyampaikan jawaban-jawaban dari semua usulan dan kritikan para santri dari Unit Madrasah Aliyah,” Saya menerima usulan dan kritikan yang kalian sampaikan dan sangat berterima kasih, sebab dengan usulan dan kritikan tersebut saya bisa mengambil tindakan dengan mengedepankan skala prioritas yang dihadapi saat ini.” Pembebasan tanah yang baru berlangsung saat ini, tidak bisa dihindarkan dan harus diketahui bersama, kerena jumlah nominal yang dikeluarkan mencapai cukup banyak dana yang hampir mencapi dua milyar lebih belum ditambah dengan biaya pembangunannya,” imbuhnya.

              “Anak-anakku semua yang saya cintai, saya bukan tidak memperhatikan apa- apa yang telah kalian usulkan dan kritik dan sungguh berterima kasih, mudah-mudahan dengan kondisi yang demikian,  nanti kita bisa memenuhi keperluan yang telah disampaikan walaupun pengadaanya dilakukan secara berkala,’ imbuhnya. “ Madrasah Aliyah tidak menolak jika para santri mencari  donatur langsung untuk melengkapi kekurangan yang ada,” lanjur pinta Makmun Pitoyo.

Kegiatan yang disukai.

              Prestasi para santri yang dikembangkan juga melalui kegiatan diluar KBM, memberikan bertambah ilmu pengetahuan yang  didapat. Manfaat ilmu pengetahuan dalam melaksanakan salah satu kegiatan yang dilaksanakan, memberikan manfaat khususu kepada yang bersangkutan dan teman-teman lain pada umumnya. Pertukaran Pelajar ke Malaysia yang banyak diminati oleh para siswa dan disambut dengan meriah,  disambut lebih meriah dan greng jika gratis. Saat ini kemampuan MA Al-Mu’min Muhammadiyah yang belum bisa menggratiskan, jika suatu saat nanti telah berkemampuan, tentu akan menggratiskan dengan kriteria-kriteria tertentu yang harus dipenuhi sebagai syaratnya. (Kontributor Khamid).