Telah terbit di web www.pwmjateng.com pada tanggal 22 Oktober 2019

Temanggung – Sabtu (19/10), Pondok Pesantren Al-Mu’min Muhammadiyah Tembarak Temanggung (Almatera) melaksanakan pelatihan bagi seluruh civitas tenaga pendidikan dan pengajaran. Total Quality Management (TQM) ini ditujukan untuk peningkatan kualitas atau mutu pelayanan dengan menghadirkan narasumber nasional TQM in Education Kemendikbud Sutomo.

Menurut wakil kepala direktur bagian kurikulum Pesantren Almatera Makmun Pitoyo, beliau mengatakan bahwa dunia pendidikan yang semakin cepat perkembangannya harus menyesuaikan dengan perkembangan teknologi dan informasi. Sehingga semua yang terkait dituntut untuk pandai mensikapi atau bijak terhadap perubahan dan perkembangan yang sangat dinamis ini, khususnya di bidang pendidikan.

Objek pendidikan dan pengajaran yang terdiri dari para siswa atau santri yang mengalami perkembangan secara dinamis merupakan obyek utama. Sebagai orang tua yang bertanggung jawab dilingkungan pesantren atau sekolah dituntut untuk bisa mengarahkan objek pendidikan (siswa/santri) pondok/sekolah dalam menghadapi/ menjawab tantangan yang semakin kompleks. Agar bisa memberikan arahan yang solutif maka dibutuhkan kualitas yang terbaik bagi pendidiknya. Oleh sebab itu TQM dilaksanakan di sisni.

Diadakannya TQM karena mereka para santri/siswa memerlukan pelayanan prima dari seluruh civitas pesantren sehingga kompleksitas tantangan zaman bisa disikapi dengan baik oleh para remaja khususnya santri (siswa) di pesantren Almatera. “Majunya sebuah lembaga pendidikan, semua komponen yang terlibat di dalamnya terutama para guru/ustadz harus satu pemahaman dan satu komando,” ungkap Sutomo. “ Seorang Direktur atau pimpinan sekolah atau madrasah menjadi motor utama untuk memajukan sekolah atau madrasahnya, jika tidak mempunyai kemampuan di bidangnya kecil kemungkinan untuk bisa memajukan lembaga yang dipimpin” lanjut beliau.

Di akhir materi yang membuka ruang dilialog guna memantapkan pemahaman para peserta TQM, setengah jam digunakan oleh para audient untuk menanyakan berbagai hal. “ Apakah seorang pimpinan atau kepala sekolah merupakan syarat utama untuk menjadi majunya sebuah sekolah atau madrasah,” tanya M Huda dan para peserta lain dengan kalimat yang berbeda. “Idealnya begitu, tetapi kerja tim dan sepemahaman meupakan prasarat yang harus dijiwai oleh para guru atau semua orang yang terlibat di dalamnya,” jawab beliau. Diadakannya TQM dimaksudkan untuk membangkitkan dan menumbuhkan semangat pelayanan prima. Semangat mendidik, mengajar, dan melayani para santri atau siswa khususnya dan masyarakat luar dan lingkungan sekitar pada umumnya serta semangat meningkatkan kualitas lembaga menuju lembaga yang berkualitas. (Media Center Almatera)