KAJIAN ISLAM

“MENGHINDARI SIFAT HASAD”

By Drs. Makmun Pitoyo, M.Pd.
(Pengasuh Ponpes Al-Mu’min Muhammadiyah)

Hasad atau yang sering kita sebut dengan dengki adalah salah satu sifat buruk manusia. Sifat ini sering hinggap pada siapa saja, padahal kita diperintah untuk menjauhinya. Sifat ini diibaratkan oleh Nabi seperti api yang memakan kayu bakar, ia begitu cepat menghilangkan kebaikan-kabaikan seseorang.

Sifat hasad adalah sifat iri hati terhadap keberhasilan orang atau kelompok lain. Seringkali sifat buruk ini menghinggapi kita juga, nah … jika perasaan berikut ini ada pada diri kita, kemungkinan besar kita telah mengidap penyakit hasad ini, hati-hatilah;

Pertama, jika kita melihat atau mendengar orang lain atau kelompok lain berhasil, tiba-tiba sadar atau tidak hati kecil kita mengatakan: “dia berhasil kan hanya karena keberuntungan saja” atau “dia berhasil kan karena pertolongan saya” atau “gak mungkin dia berhasil kalau bukan karena si fulan” atau “aku yang susah-susah memulai kok dia yang kebagian untungnya ya”, dan lain-lain yang semisalnya. Nah … kalau di dalam hati kecil kita muncul hal-hal semacam itu, artinya kita sudah mengidap penyakit hasad.

Kedua, agaknya ini stadiumnya sudah lebih tinggi dari yang pertama, yaitu ketika kita melihat atau mendengar orang lain atau kelompok lain berhasil, hati kecil kita terusik dan kemudian berniat untuk menggagalkan, nggak suka sama sekali jika keberhasilan itu diraih orang atau kelompok lain. Jadi semacam ada unsur kalimat yang tersembunyi: “pokoknya kalau saya gak berhasil maka dia juga gak boleh berhasil” atau hatinya lebih senang, gembira jika orang lain atau kelompok lain itu gagal. Barangkali nyinyir itu bagian dari sifat ini.

Ketiga, ini lebih parah lagi. Orang yang berada pada stadium ini bahkan ketika melihat orang lain atau kelompok lain berhasil, ia tidak hanya terusik hatinya tetapi sudah ingin menggagalkan keberhasilan orang atau kelompok lain itu dan ingin agar keberhasilan itu berpindah menjadi miliknya, apapun ia usahakan agar keberhasilan menjadi miliknya dan orang atau kelompok lain tidak boleh.

Nah … itulah kira-kira tentang penyakit hasad. Jika kita bisa menghindarinya insyaAllah kita akan menjadi lebih baik. Tetapi untuk dua hal berikut ini, bolehlah kita irihati yang positif, yaitu ketika melihat atau mendengar orang lain/kelompok lain punya ilmu agama yang tinggi lagi dalam dan dia mengamalkan ilmunya itu serta mengajarkannya pada orang lain atau melihat orang lain/kelompok lain kaya, punya uang banyak dan sangat dermawan, penuh kepedulian pada orang lain yang membutuhkan lagi tidak sombong, terhadap dua hal ini kita boleh kepengin seperti mereka. Jadi maksudnya iri hati positif itu adalah merelakan orang lain atau kelompok lain tetap memiliki keberhasilannya (dalam salah satu atau dua hal itu) tetapi kita juga ingin punya keberhasilan seperti mereka dengan berusaha secara lahir batin. Wallahi A’lam.

Image by : http://datariau.com/