MUTIARA HIKMAH
“SAYA ATAU KALIAN”
By Drs. Makmun Pitoyo, M.Pd.
(Pengasuh Ponpes Al-Mu’min Muhammadiyah)

Hidup ini penuh dinamika. Terkadang kita sukses terkadang pula kita gagal. Terkadang kita menasehati orang tetapi terkadang pula kita sangat membutuhkan nasehat orang.

Memang benar tidak ada manusia yang sempurna di dunia ini kecuali nabi atau Rasulullah. Kesadaran tentang ketidaksempurnaan kita itu seharusnya menjadikan kita sering mawas diri untuk perbaikan di masa yang akan datang sehingga kesalahan tidak terulang, tidak jatuh pada lubang yang sama berulangkali.

Tetapi lagi-lagi kita ini adalah manusia biasa yang sering terlalu mudah mengoreksi orang lain, sementara kita lupa mengoreksi diri kita sendiri. Kuman di seberang lautan tampak, sementara gajah di pelupuk mata tak tampak. Itulah pepatah yang barangakali tepat untuk kita. Kita lebih sering mengatakan: “Kalian itu … anda itu … ente itu …  dan seterusnya“. Membicarakan aib orang lain (kesalahannya, kekurangannya) begitu mudah dan senang, sementara kita lupa bahwa kitapun banyak sekali kesalahan dan kekurangan.

Sering kita dengar nasehat Umar Bin Khattab yang terkenal “Hasibu anfusakum qobla an tuhasbu” “Evaluasilah diri kamu sendiri sebelum kamu dihisab (oleh Allah)”. “Wahai orang-orang yang beriman: Bertaqwalah kalian kepada Allah dan hendaklah setiap diri (dari kalian) melihat masa lalunya untuk masa yang akan datang (akhirat) dan bertaqwalah kepada Allah karena sesungguhnya Allah Maha Mengetahui terhadap apa yang kalian perbuat” (QS. Al-Hasyr: 18).

Jadi siapa yang didahulukan ? saya atau kalian ?

image by : http://madani.fsm.undip.ac.id